Peran Gender Dalam Kelompok KKN
Saat itu saya bertugas KKN pada kelompok 11
yaitu di Desa Kresikan Kecamatan Tanggungunung, dalam 1 kelompok terdapat 41
orang, akan tetapi dalam kelompok tersebut lebih banyak kaum perempuanya yaitu
29 perempuan sedangkan laki-laki hanya 12. Tentunya nanti akan mengalami
kesulitan dalam pembagian tugas-tugas selama KKN disana. Sebelum kami melakukan
tugas KKN ini kami membentuk struktur kepengurusan, dan saat itu kebetulan yang
menjadi ketua kelompoknya yaitu cowok, karena saat itu dari kesepakatan
temen-temen yaitu melakukanya pemilihan dengan penentuan suara terbanyak,
selain itu bahwa menurut mereka apabila yang menjadi ketua kelompoknya cewek
maka akan tidak maksimal, adapun alasan lain yaitu bahwa tugas KKN adalah berat
apabila ada tugas untuk pergi-pergi ke dusun lain apabila cewek akan beresiko
karena medan disana sangatlah sulit dan lokasi jarak antara rumah penduduk 1
dengan yang lainya juga jauh, sedangkan sekertaris dan bendaharanya adalah cewek.
Adapun masalah utama yang di hadapi pada
kelompok lain yaitu terletak pada kebutuhan air, di kelompok lain adanya air
hanaya beberapa hari saja, karena menggunakan air pam dan itupun juga di
jadwal, namun di tempat saya cukup aman karena tersedianya pam dan sanyo,
apabila air pam tersebut tidak ada maka menggunakan sanyo, akan tetapi
berhubung kami terbagi menjadi dua tempat/rumah yaitu cewek sendiri dan cowok
juga di tempatkan dalam 1 rumah dan untuk cowok penyediaan air juga sulit,
yaitu pada saat mau mandi mereka harus menimba dulu sampai penuh, sedangkan yang
menjadi kendala yaitu terkait penyediaan air minum, karena setiap mau mengisi
galon untuk air minum kami harus manempuh jarak jauh yaitu harus ke pasar
tanggunggunung dan tugas tersebut di bebankan pada tugas cowok, akan tetapi
setelah beberapa hari ada kesalahan yaitu saat membeli galon salah satu temen
cowok saat mengisi galon membawa dua galon, akan tetapi karena dia sulit untuk
membawanya maka meninggalkan 1 galon di toko tersebut yang rencananya akan di
ambil besok, akan tetapi kenyataanya
galon tersebut hilang dan pemilik toko tersebut tidak bertanggung jawab atas
hilangnya galon tersebut. Maka dengan kejadian sepeti itu temen-temen cowok
setelah itu tidak mau apabila tugas tersebut di bebankan hanya pada cowok saja,
dan setelah itu kami melakukan efaluasi dengan perubahan tugas dalam membeli
galon yaitu di bebankan kepada cewek dan cowok. Dan semenjak kejadian tersebut
temen-temen lebih memilih turun gunung untuk mengisi ulang galon, jadi setiap
mengisi galaon kami bareng-bareng 4 orang cewek-cowok untuk membeli galon.Sedangkan
tugas untuk memasak, bersih-bersih posko, dan mencari kayu bakar kami lakukan
bersama-sama yaitu baik cowok ataupun cewek, dengan cara pembagian kelompok.
Selain itu dari sisi pendidikan kami juga membagi kelompoknya per dusun yang
terdiri dari 2 cowok dan 3 cewek, berhubung di Desa Kresikan ini terdiri dari 8
dusun dan jaraknya pun juga sangat jauh, akan tetapi mereka sangatlah antusias
dalam membantu di SD ataupun TPQ, di kelompok saya tidaka ada yang membantu
untuk mengajar PAUD, karena di Desa tersebut hanya ada 1 PAUD yang hanya di
lakukan pengajaran di rumah saja atau perorangan. Selain itu setiap malam kami
juga melakukan efaluasi dan koordinasi, namun dalam rapat ini ada dari beberapa
temen yang tidak berani untuk mengutarakan pendapat mereka, jadi dalam
penentuan tugas maupun terlaksanakanya program tersebut mereka hanya
ikut-ikutan saja. Dan setelah itu saya melakukan rapat tersendiri dengan
teman-teman cewek saja terkait tugas maupun pada saat efaluasi, yang intinya
bahwa kita itu di sini sama. Maka hal tersebut yang menjadikanya timbul
kesenjangan kelompok KKN pada saat akhir-akhir pelaksanaan kegiatan mereka yang
awalnya hanya diam tidak berani mengeluarkan unek-uneknya menjadi tidak terima,
karena dia merasa di rampas haknya dalam menyalurkan pendapatnya.Maka dalam
tugas kelompok KKN ini kami saling berupaya untuk tidak membeda-bedakan dalam
hal jenis kelamin kecuali dalam beribadah, yang menjadi seorang imam adalah
seorang cowok saja. Menurrut saya kami sudah cukuplah adil dalam pembagian
tugas, yaitu seperti halnya pada saat ada kegiatan acara bersama dengan
masyarakat dalam mengisi acara tersebut, laki-lakidan perempuan juga sudah
cukup lah adil yaitu sama-sama mendapat tugas sendiri-sendiri, akan tetapi pada
saat tugas Do’a kita Selalu mengutamakan peran cowok untuk memimpin Do’a
tersebut, sedangakan cewek menjadi MC saat acara tersebut, selain itu dalam
kesertaan kami di masyarakat di rutinan tahlil kami laki-laki dan perempuan
juga sama-sama berperan aktif di masyarakat untuk mengikuti acara rutinan
tersebut. Kami juga ikut membantu masyarakat disana untuk bekerja di ladang dan
itu juga di lakukan secara bersama-sam baik laki-laki dan perempuan.
Selain itu menurut saya masyarakat Desa
Kresikan baik laki-laki dan perempuan dari segi pekerjaan mereka sama-sama
bekerja di ladang, akan tetapi kaum perempuan juga melakuka tugas rumah, dan mayoritas
masyarakat disana banayak yang bekerja ke luar negeri menjadi TKI, sedangkan
dari segi pendidikan masyarakat sana masih sangat rendah apabila di bandingka
dengan daerah sini, karena dalam segi pemikiran mereka hanya mementingkan untuk
mencari uang saja tidak di utamakan pada pendidikan, padahal apabila kita
berfikir bahwa seseorang itu akan menjadi sukses dan berpengetahuan lebih
apabila dia mementingkan pendidikanya. Masyarakat sana banyak yang hanya
sekolah sampai dengan tamat SMP saja, dan setelah itu lebih memilih untuk
bekerja ke luar negeri, sedangkan untuk kaum perempuan disana banyak sekali
yang belum cukup umur untuk menikah dan sudah punya anak. Hal tersebut di
karenakan kurangnya lapangan pekerjaan, karena disana masyarakat hanya bisa memanfaatkan
ladang pada saat musim hujan saja, tidak ada pekerjaan sampingan lain untuk menambah ekonomi keluarga.
By : AZIZAH