Rabu, 25 Desember 2013

Peran Gender Dalam Kelompok KKN


Peran Gender Dalam Kelompok KKN
Saat itu saya bertugas KKN pada kelompok 11 yaitu di Desa Kresikan Kecamatan Tanggungunung, dalam 1 kelompok terdapat 41 orang, akan tetapi dalam kelompok tersebut lebih banyak kaum perempuanya yaitu 29 perempuan sedangkan laki-laki hanya 12. Tentunya nanti akan mengalami kesulitan dalam pembagian tugas-tugas selama KKN disana. Sebelum kami melakukan tugas KKN ini kami membentuk struktur kepengurusan, dan saat itu kebetulan yang menjadi ketua kelompoknya yaitu cowok, karena saat itu dari kesepakatan temen-temen yaitu melakukanya pemilihan dengan penentuan suara terbanyak, selain itu bahwa menurut mereka apabila yang menjadi ketua kelompoknya cewek maka akan tidak maksimal, adapun alasan lain yaitu bahwa tugas KKN adalah berat apabila ada tugas untuk pergi-pergi ke dusun lain apabila cewek akan beresiko karena medan disana sangatlah sulit dan lokasi jarak antara rumah penduduk 1 dengan yang lainya juga jauh, sedangkan sekertaris dan bendaharanya adalah cewek.
Adapun masalah utama yang di hadapi pada kelompok lain yaitu terletak pada kebutuhan air, di kelompok lain adanya air hanaya beberapa hari saja, karena menggunakan air pam dan itupun juga di jadwal, namun di tempat saya cukup aman karena tersedianya pam dan sanyo, apabila air pam tersebut tidak ada maka menggunakan sanyo, akan tetapi berhubung kami terbagi menjadi dua tempat/rumah yaitu cewek sendiri dan cowok juga di tempatkan dalam 1 rumah dan untuk cowok penyediaan air juga sulit, yaitu pada saat mau mandi mereka harus menimba dulu sampai penuh, sedangkan yang menjadi kendala yaitu terkait penyediaan air minum, karena setiap mau mengisi galon untuk air minum kami harus manempuh jarak jauh yaitu harus ke pasar tanggunggunung dan tugas tersebut di bebankan pada tugas cowok, akan tetapi setelah beberapa hari ada kesalahan yaitu saat membeli galon salah satu temen cowok saat mengisi galon membawa dua galon, akan tetapi karena dia sulit untuk membawanya maka meninggalkan 1 galon di toko tersebut yang rencananya akan di ambil besok, akan  tetapi kenyataanya galon tersebut hilang dan pemilik toko tersebut tidak bertanggung jawab atas hilangnya galon tersebut. Maka dengan kejadian sepeti itu temen-temen cowok setelah itu tidak mau apabila tugas tersebut di bebankan hanya pada cowok saja, dan setelah itu kami melakukan efaluasi dengan perubahan tugas dalam membeli galon yaitu di bebankan kepada cewek dan cowok. Dan semenjak kejadian tersebut temen-temen lebih memilih turun gunung untuk mengisi ulang galon, jadi setiap mengisi galaon kami bareng-bareng 4 orang cewek-cowok untuk membeli galon.Sedangkan tugas untuk memasak, bersih-bersih posko, dan mencari kayu bakar kami lakukan bersama-sama yaitu baik cowok ataupun cewek, dengan cara pembagian kelompok. Selain itu dari sisi pendidikan kami juga membagi kelompoknya per dusun yang terdiri dari 2 cowok dan 3 cewek, berhubung di Desa Kresikan ini terdiri dari 8 dusun dan jaraknya pun juga sangat jauh, akan tetapi mereka sangatlah antusias dalam membantu di SD ataupun TPQ, di kelompok saya tidaka ada yang membantu untuk mengajar PAUD, karena di Desa tersebut hanya ada 1 PAUD yang hanya di lakukan pengajaran di rumah saja atau perorangan. Selain itu setiap malam kami juga melakukan efaluasi dan koordinasi, namun dalam rapat ini ada dari beberapa temen yang tidak berani untuk mengutarakan pendapat mereka, jadi dalam penentuan tugas maupun terlaksanakanya program tersebut mereka hanya ikut-ikutan saja. Dan setelah itu saya melakukan rapat tersendiri dengan teman-teman cewek saja terkait tugas maupun pada saat efaluasi, yang intinya bahwa kita itu di sini sama. Maka hal tersebut yang menjadikanya timbul kesenjangan kelompok KKN pada saat akhir-akhir pelaksanaan kegiatan mereka yang awalnya hanya diam tidak berani mengeluarkan unek-uneknya menjadi tidak terima, karena dia merasa di rampas haknya dalam menyalurkan pendapatnya.Maka dalam tugas kelompok KKN ini kami saling berupaya untuk tidak membeda-bedakan dalam hal jenis kelamin kecuali dalam beribadah, yang menjadi seorang imam adalah seorang cowok saja. Menurrut saya kami sudah cukuplah adil dalam pembagian tugas, yaitu seperti halnya pada saat ada kegiatan acara bersama dengan masyarakat dalam mengisi acara tersebut, laki-lakidan perempuan juga sudah cukup lah adil yaitu sama-sama mendapat tugas sendiri-sendiri, akan tetapi pada saat tugas Do’a kita Selalu mengutamakan peran cowok untuk memimpin Do’a tersebut, sedangakan cewek menjadi MC saat acara tersebut, selain itu dalam kesertaan kami di masyarakat di rutinan tahlil kami laki-laki dan perempuan juga sama-sama berperan aktif di masyarakat untuk mengikuti acara rutinan tersebut. Kami juga ikut membantu masyarakat disana untuk bekerja di ladang dan itu juga di lakukan secara bersama-sam baik laki-laki dan perempuan.
Selain itu menurut saya masyarakat Desa Kresikan baik laki-laki dan perempuan dari segi pekerjaan mereka sama-sama bekerja di ladang, akan tetapi kaum perempuan juga melakuka tugas rumah, dan mayoritas masyarakat disana banayak yang bekerja ke luar negeri menjadi TKI, sedangkan dari segi pendidikan masyarakat sana masih sangat rendah apabila di bandingka dengan daerah sini, karena dalam segi pemikiran mereka hanya mementingkan untuk mencari uang saja tidak di utamakan pada pendidikan, padahal apabila kita berfikir bahwa seseorang itu akan menjadi sukses dan berpengetahuan lebih apabila dia mementingkan pendidikanya. Masyarakat sana banyak yang hanya sekolah sampai dengan tamat SMP saja, dan setelah itu lebih memilih untuk bekerja ke luar negeri, sedangkan untuk kaum perempuan disana banyak sekali yang belum cukup umur untuk menikah dan sudah punya anak. Hal tersebut di karenakan kurangnya lapangan pekerjaan, karena disana masyarakat hanya bisa memanfaatkan ladang pada saat musim hujan saja, tidak ada pekerjaan sampingan lain untuk menambah ekonomi keluarga.
By : AZIZAH